Indonesia masih impor kakao 22.967 ton

August 19th, 2009 by agroindustri

Rabu, 05/08/2009 15:21 WIB
Indonesia masih impor kakao 22.967 ton

oleh : Sepudin Zuhri
JAKARTA  bisnis.com): Kendati sebagai produsen terbesar ketiga di dunia, Indonesia masih mengimpor bijih kakao sekitar 22.967 ton per tahun yang telah difermentasi.

Direktur Eksekutif Asosiasi Kakao Indonesia (Aiki) Sindra Wijaya mengataakan hampir 80%-90% diekspor dalam bentuk bijih kakao, sedangkan sisanya diolah oleh industri pengolahan di dalam negeri.

“Makanya untuk mengurangi ekspor bijih besi dan memperbanyak industri pengolahan kakao di dalam negeri, pemerintah akan mengenakan bea keluar untuk ekspor bijih kakao,” ujarnya saat Simposium Kakao hari ini.

Selama 2008, Indonesia mengekspor bijih kakao sebanyak 380.512 ton senilai US$854,6 juta. Secara total, volume ekspor kakao mencapai 500.561 ton senilai US$1,2 miliar.

Dia mengeluhkan tarif bea masuk kakao olahan yang hanya 5%, sedangkan Malaysia sebesar 25%-30%. Hal itu, kata dia, yang membuat impor kakao olahan melimpah.

Sementara itu, tariff pajak pengolahan kakao di Indonesia sebesar 28%, sedangkan di Malaysia dikenakan pembebasan pajak (tax holiday) selama 10 tahun.

Menurut Sindra, beberapa kebijakan pemerintah di sektor kakao yang belum terealisasi adalah penerapan bea keluar atas bijih kakao, penetapan wajib fermentasi kakao, melobi agar tarif bea masuk kako olahan di Eropa sama dengan kakao olahan asal Ghana sebesar 0% dana peningkatan mutu dan produktivitas kakao. (tw)

http://web.bisnis.com/sektor-riil/agribi…
© Copyright 1996-2009 PT Jurnalindo Aksara Grafika

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s