TANAMAN ZODIA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KAKI GAJAH

Lebih dari 50% fauna yang menghuni bumi ini adalah serangg Selama ini kehadiran serangga telah mendatangkan manfaat bagi manusia, misalnya lebah madu, ulat sutera, atau musuh alami hama tanaman. Meskipun demikian, tidak sedikit serangga yang mendatangkan kerugian bagi kehidupan manusia, misalnya nyamuk. Kehadiran nyamuk sering dirasakan mengganggu kehidupan manusia, dari gigitannya yang menyebabkan gatal hingga perannya sebagai penular penyakit-penyakit berbahaya bagi manusia, misalnya penyakit kaki gajah.

Penyakit kaki gajah adalah penyakit menular yang dicirikan dengan adanya pembengkakan pada kaki penderita sehingga kaki tidak berbentuk lagi, mirip kaki gajah. Oleh karena itu, penyakit ini sering disebut pula sebagai penyakit elephantiasis.

Penyebab kaki gajah adalah cacing bulat kecil dan halus yang disebut filaria. Cacing ini (baik jantan maupun betina) tinggal dalam pipa getah bening dan kelenjar getah bening dan di tempat itu pula mereka menjadi dewasa dan menghasilkan mikrofilaria, yang pada malam hari bersarang di dalam pembuluh nadi. Mikrofilaria ini lalu dipindahkan oleh nyamuk culex fatigans yang didapat dari menggigit seorang penderita kaki gajah yang tentunya menjadi reservoir cacing filaria. Hal tersebut mengakibatkan nyamuk tersebut membawa mikrofilaria dan pada gigitan nyamuk berikutnya akan memindahkan mikrofilaria tersebut pada korban baru.

Gejala awal yang dialami korban ditandai dengan adanya alergi terhadap cacing filaria dan juga rasa demam yang timbul setelah 3 bulan digigit nyamuk pembawa mikrofilaria. Mikrofilaria tersebut akan mengikuti peredaran darah dan masuk ke dalam saluran limfatik dan tumbuh menjadi dewasa. Filaria dewasa ini menyebabkan terjadinya penyumbatan saluran limfatik di daerah sekitar lipatan paha dan lutut. Akibatnya, cairan tubuh tidak bisa mengalir dan akhirnya terjadi pembengkakan yang semakin lama semakin mengeras. Pada keadaan ini  kaki akan sangat susah digerakkan.

Mudahnya proses penyebaran  cacing filaria ini pun berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat Indonesia. Di Indonesia penyakit kaki gajah tersebar luas hampir di seluruh propinsi. Berdasarkan laporan dari hasil survei pada tahun 2000 yang lalu tercatat sebanyak 1553 desa di 647 Puskesmas tersebar di 231 Kabupaten 26 Propinsi sebagai lokasi endodermis, dengan jumlah kronis 6233 orang. Di Kabupaten Indramayu penyakit kaki gajah menyerang seorang warga di RT 04/01 Desa Tambak, Kecamatan Indramayu, Nuridah (23 tahun). Dia mengaku, mengalami gejala berupa nyeri pada kedua kakinya hingga sulit untuk berjalan. Bahkan, secara perlahan, kedua kakinya mengalami pembengkakan. Selain itu, dirinya pun kerap mengalami demam. Di Pekalongan,  jumlah daerah yang endemis penyakit kaki gajah terus meningkat. Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Pekalongan pada 2006 lalu, hanya tercatat 3 kelurahan yang meliputi Pasirsari, Bandeng-an dan Tegalrejo. Namun pada 2009 ini meningkat menjadi 5 kelurahan yang meliputi Pasirsari, Tegalrejo, Bumirejo, Bandengan, dan Pabean.
Sedangkan jumlah penderita penyakit ini diperkirakan mencapai puluhan orang. Terbanyak di Kelurahan Bumirejo sekitar 28 orang. Sedangkan di Kelurahan Tegalrejo 12 orang, tiga kelurahan lainya sekitar 10 penderita. Di Kabupaten Tangerang, Banten,  sebanyak 17 desa di 13 kecamatan dinyatakan sebagai tempat endemis penderita kaki gajah (filariasis). Lima kecamatan di Kabupaten Serang, Banten, saat ini masih dinyatakan sebagai daerah endemis penyakit kaki gajah (filariasis), karena tahun 2008 ditemukan lima kasus dibandingkan sebelumnya tiga penderita. kelima daerah endemis kasus penyakit kaki gajah antara lain Kecamatan Gunungsari, Tirtayasa, Kibin, Ciruas dan Cikande. Hasil survei laboratorium, melelui pemerikasaan darah jari, rata-rata mikrofilaria rate ( Mf rate ) 3,1 %, berarti sekita 6 juta orang sudah terinfeksi cacing filaria dan sekita 100 juta orang mempunyai resiko tinggi untuk ketularan karena nyemuk penularnya tersebar luas. Dalam hai ini, tanaman hidup pengusir nyamuk sangat dibutuhkan untuk melindungi atau mencegah gigitan nyamuk, misalnya tanaman Zodia.

Tanaman Zodia memiliki nama latin Evodia Suaveolens, Scheff, tetapi ada juga yang menyebut dengan Euodia Suaveolens, Scheff. Tanaman perdu ini berasal dari keluarga ruteceae. Saat tumbuhan dewasa bisa mencapai tinggi 0,3-2 meter dan panjang daun 20-30 cm. Bentuk zodia yang cukup menarik sehingga digunakan sebagai tanaman hias. Zodia tanaman asli Indonesia yang berasal dari Papua. Namun, saat ini sudah banyak tumbuh di Pulau Jawa, bahkan sering dijumpai ditanam di halaman rumah atau kebun.

Kandungan yang ada didalam zodia adalah evodiamine dan rutaecarpine yang tidak disukai nyamuk. Menurut hasil analisa yang dilakukan di Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) dengan gas kromatografi, minyak yang disuling dari daun tanaman ini mengandung linalool 46% dan a-pinene 13,26% dinama linalool sudah sangat dikenal sebagai pengusir nyamuk dan dari pengujian yang dilakukan Agus Kardinan terhadap nyamuk deman berdarah (Aedes aegypti) yang sering membuat heboh masyarakat, yaitu dengan cara menggosokkan  daun zodia ke lengan, lalu lengannya dimasukkan ke kotak yang berisi nyamuk demam berdarah dan dibandingkan dengan lengan yang tanpa digosok dengan daun zodia, menunjukkan bahwa daun zodia mampu menghalau nyamuk selama enam jam dengan daya halau (daya proteksi) sebesar lebih 70%. Hal ini diperkuat oleh literatur yang menyebutkan tanaman ini menghasilkan aroma yang cukup tajam yang tentunya nyamuk tidak suka.

Bagi manusia, tanaman zodia dapat memberikan nilai positif sebagai pengusir nyamuk. Zodia memang dapat digunakan untuk mengusir nyamuk, hal itu dibuktikan dengan adanya percobaan seperti yang telah tertulis sebelumnya yang menunjukkan bahwa kandungan zodia sangat sangat tidak disukai nyamuk. Dengan pembuktian itu, penyebaran mikrofilaria yang dibawa oleh nyamuk dapat dihentikan sehingga jumlah penderita kaki gajah akan menurun atau bahkan akan menghilang  apabila semua orang mau memanfaatkan tanaman zodia ini.

Cara untuk menempatkan tanaman ini pun sangat mudah. Kita bisa meletakkan tanaman ini di sudut-sudut ruangan, di tempat yang agak lembab, di tempat yang gelap, tergantung dari luas ruangan. Semakin luas ruangan, semakin banyak pula tanaman yang diperlukan. Umumnya, tanaman tersebut diletakkan di setiap sudut ruangan. Namun bila disimpan dalam ruangan, minimal seminggu sekali harus dijemur agar tanaman memperoleh sinar matahari untuk keperluan fotosintesis dan pemenuhan nutrisi. Sementara itu, untuk penempatan di pekarangan, sebaiknya diletakkan di dekat pintu, jendela, lubang udara lainnya sehingga aroma tanaman zodia yang didapat dari gosokkan antar daun dapat terbawa angin dan masuk ke dalam ruangan.

Namun, jika cara penempatannya kurang tepat, tanaman zodia akan menganggu manusia. Contohnya, jika disimpan di dalam kamar tidur pada malam hari dengan tujuan mengusir nyamuk, justru akan mengganggu penghuni kamar karena aroma menyengat dalam ruangan tertutup akan membuat pusing dan mual pada manusia. Selain itu, tanaman akan menjadi pesaing dalam menperoleh oksigen.

Cara untuk memperbanyak tanaman zodia ini pun sangatlah mudah, yaitu melalui biji maupun stek ranting. Ketika tanaman zodia sudah berbunga dan berbiji, maka bijinya akan jatuh dan tumbuh disekitar tanaman induknya. Setiap pertumbuhan tanaman ini sangat membutuhkan perhatian, misalnya jangan letakkan tanaman pada tempat yang langsung terkena sinar matahari karena tanaman ini akan mati. Sebaliknya, jika diletakkan pada tempat yang kurang cahaya, pertumbuhan tanaman ini tidak sehat. Tanaman zodia akan tumbuh subur apabila dikembangkan di daerah yang bersuhu cukup dingin.

Dari pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa tanaman zodia dengan zat-zat yang terkadung di dalamnya dapat mengurangi bahkan menghilangkan penyebaran penyakit kaki gajah pada manusia yang ditularkan melalui gigitan nyamuk, karena tanaman ini bermanfaat untuk mengusir nyamuk dari jangkauan manusia, jika dimanfaatkan dengan sebagaimana semestinya. Selain upaya menghindar dari gigitan nyamuk dengan tanaman zodia, akan lebih bermanfaat lagi jika manusia itu sendiri menjaga kebersihan lingkungan tempat ia tinggal.

1 Komentar

  1. […] TANAMAN ZODIA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KAKI GAJAH « Annedtp09's Blog […]


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s