no name

uji threshold

A. Pendahuluan

1.      Latar Belakang

Penggunaan uji inderawi untuk berbagai keperluan industri pangan telah meluas dan berkembang. Uji inderawi merupakan pengujian terhadap sifat karakteristik bahan (pangan) menggunakan indera manusia. Sehingga dalam aplikasinya diperlukan suatu kepekaan yang tajam.

Salah satu bagian dari uji inderawi adalah uji threshold. Pada dasarnya penentuan threshold merupakan uji pembedaan, bisa menggunakan uji segitiga atau uji perbandingan. Threshold merupakan suatu konsentrasi bahan terendah yang mulai dapat menghasilkan kesan wajar. Threshold dapat dinyatakan sebagai ambang rangsangan oleh suatu kelompok/ populasi tertentu atau oleh individu. Karena kepekaan terhadap sifat inderawi dipengaruhi oleh jenis kelamin, usia atau kultur/ kebiasaan, maka populasi dapat diartikan sebagai kelompok – kelompok tersebut.

Pentingnya uji inderawi, khususnya uji threshold dalam bidang teknologi pangan adalah pemeriksaan mutu kualitas, pengendalian proses, dan pengembangan produk. Sebagai contoh adalah pentingnya threshold populasi untuk menentukan batas fortifikasi besi pada susu yang akan dipasarkan. Dengan mengetahui threshold maka besarnya fortifikan dapat ditentukan dibawah nilai thresholdnya agar cita rasa susu tidak terpengaruh oleh penambahan tersebut, sehingga konsumen tetap menerimanya.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s