Efek Neuromarketing pada Pemasaran Mulai Dipelajari

Rabu, 20 Juli 2011 – Para peneliti dari Universitas Oxford mempelajari neuromarketing, sebuah bidang ilmu baru mengenai penelitian konsumen dan pasar, yang menggunakan pencitraan otak dan teknologi pengukuran untuk mempelajari proses syaraf dibalik pilihan individu.


Namun jika neuromarketing disetel untuk merevolusioner pemasaran, apa implikasi perkembangan ini? Studi ini akan memberi cahaya pada ‘neuro-turn’ dalam pemasaran dengan melakukan analisis studi lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Selain penilaian kritis, juga akan dilakukan penilaian historis dan perbandingan dengan bagaimana teknik penelitian pasar berbeda dapat mempengaruhi perilaku konsumen dan konsumennya sendiri.

Proyek ini dipimpin oleh Professor Steve Woolgar, dari Sekolah Bisnis Said, dan berlokasi dalam studi kolaboratif yang lebih besar bernama “Neuro-turn in European Social Sciences and the Humanities: Impacts of neurosciences on economics, marketing and philosophy” (disingkat: NESSHI) dengan para peneliti dari bagian lain Eropa.

Professor Woolgar mengatakan: “Proyek tiga tahun ini akan menjadi studi skala besar pertama mengenai bagaimana pengetahuan neurologi yang baru lahir mengenai pengambilan keputusan manusia mengubah teknik-teknik para pemasar dan yang lainnnya yang mencoba mempengaruhi perilaku konsumen. Ia memiliki implikasi jangka panjang mengenai apa yang kita ketahui mengenai bagaimana manusia membuat keputusannya, peran otak, dan faktor-faktor yang bermain dalam keputusan harian yang kita semua buat.”

Dr Tanja Schneider, peneliti dalam proyek ini mengatakan; ‘Selama beberapa tahun, para peneliti telah berfokus pada pusat pencitraan otak. Sekarang ia bergerak dari laboratorium ke lapangan. Penelitian yang kami lakukan akan memberi petunjuk pada apa yang telah terjadi dalam bidang ini, dan akan menjelajahi apa saja kemungkinan yang akan berkembang di masa depan. Kami tahu hal ini akan mempengaruhi masyarakat secara besar-besaran, jadi penting untuk memahami perkembangannya dengan lebih baik.’

Sumber berita:

University of Oxford

2 Komentar

  1. Teknologi makin keren, otak pun bisa diberdayakan untuk metode marketing.😀

    Salam kenal.🙂
    http://summer26dawn.wordpress.com/2011/08/17/ocehan-belum-merdeka/

  2. sipp salam kenal juga🙂


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s